Kondisi Rumah Kakek-Nenek di Desa Sarimukti Memprihatinkan, Nyaris Roboh Dimakan Usia

KAMIKABARI.COM | BEKASI, JABAR – Pasangan lanjut usia, Naman (65) dan istrinya Mini (59), warga RT 001 RW 009 Kampung Wates, Desa Sarimukti, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, hidup dalam kondisi yang memprihatinkan. Rumah sederhana yang mereka tempati kini nyaris roboh akibat dimakan usia dan belum pernah mendapat perbaikan, Minggu (28/6/2026).

Rumah berdinding anyaman bambu (geribik) itu tampak rusak di berbagai bagian. Sejumlah dinding berlubang, rangka atap bambu telah lapuk dimakan kutu bubuk, sementara banyak genteng bocor sehingga air hujan kerap masuk ke dalam rumah.
Kondisi tersebut semakin diperparah dengan lantai rumah yang masih berupa tanah. Saat hujan turun, air yang merembes dari atap membuat lantai menjadi becek dan lembap, sehingga mengganggu kenyamanan sekaligus mengancam keselamatan penghuni.
Naman mengaku saat ini tidak lagi mampu bekerja seperti dahulu. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia bersama istrinya hanya bergantung pada bantuan cucu dan keluarga.
“Jangankan untuk memperbaiki rumah, untuk makan saja kami sering kesulitan,” ujar Naman.
Meski hidup dalam keterbatasan, pasangan lansia tersebut tetap berusaha menjalani hari-hari dengan penuh semangat. Bahkan, mereka juga merawat seorang cucu yang tinggal bersama di rumah tersebut.
“Iya, ada satu cucu saya yang ikut tinggal di sini,” kata Mini.
Naman mengaku selalu dihantui rasa khawatir setiap kali hujan turun atau angin kencang datang. Ia takut rumah yang ditempatinya sewaktu-waktu ambruk dan membahayakan dirinya beserta keluarga.
“Saya berharap ada yang peduli membantu memperbaiki rumah saya. Saya dan istri sering khawatir rumah ini roboh sewaktu-waktu dan membahayakan keselamatan kami,” ungkapnya.
Di lingkungan tempat tinggalnya, pasangan lansia itu dikenal sebagai pribadi yang baik dan suka membantu sesama. Seorang tetangga menuturkan, meski hidup serba kekurangan, Naman dan istrinya tetap ringan tangan ketika ada warga yang membutuhkan pertolongan.
“Kalau ada kesulitan warga, beliau berdua itu cepat sekali datang membantu,” ujar salah seorang tetangga.
Kini, Naman dan Mini hanya berharap ada perhatian dari pemerintah, para dermawan, maupun pihak-pihak yang memiliki kepedulian sosial untuk membantu memperbaiki rumah mereka agar kembali layak dan aman dihuni.
Reporter: Asan

