Daerah

Laskar Biru Indonesia Asri Tanam Mangrove di Tanjung Aru, Sambut HUT Demokrat

Bagikan

KAMIKABARI.COM | TANJUNG ARU, KALTARA – Semangat menjaga lingkungan digelorakan Partai Demokrat bersama masyarakat Desa Tanjung Aru melalui kegiatan penanaman mangrove di kawasan pesisir Tanjung Aru, Jumat (21/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari gerakan Laskar Biru Indonesia Asri, yang dilaksanakan di berbagai daerah sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Di Tanjung Aru, gerakan diwujudkan melalui penanaman mangrove untuk memperkuat perlindungan alami kawasan pesisir sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Partai Demokrat, yang diisi dengan kegiatan sosial dan kepedulian terhadap masyarakat serta lingkungan.

Penanaman mangrove sebanyak 110 bibit Mangrove melibatkan masyarakat Desa Tanjung Aru, pemerintah desa, instansi terkait, Partai Demokrat, Srikandi Demokrat, Laskar Biru Indonesia Asri dan para relawan.

Turut hadir Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Nunukan H. Andi Mariyati, Sekretaris DPC Partai Demokrat Gat Khaleeb, S.Pd., Anggota DPRD Nunukan Dapil Sebatik Ramsah, jajaran Srikandi Demokrat, Ketua PAC Partai Demokrat Sebatik serta masyarakat setempat.

Baca Juga  Kondisi Rumah Kakek-Nenek di Desa Sarimukti Memprihatinkan, Nyaris Roboh Dimakan Usia

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Nunukan H. Andi Mariyati mengatakan, kawasan pesisir Tanjung Aru memiliki nilai ekologis sekaligus menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat.

Namun, kawasan tersebut menghadapi ancaman abrasi dan kerusakan ekosistem mangrove yang perlu mendapat perhatian bersama.

“Kita tahu bersama, Desa Tanjung Aru berada di pesisir. Keindahan laut dan garis pantai adalah bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Namun kita juga menyadari, kerusakan hutan bakau telah membuat tanah kita terkikis, air pasang makin sering masuk ke permukiman dan tempat hidup ikan serta hewan laut berkurang,” ujar Andi Mariyati.

Menurutnya, persoalan lingkungan tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah. Keterlibatan masyarakat dan berbagai pihak diperlukan agar upaya menjaga kawasan pesisir dapat berjalan secara berkelanjutan.

Ia menilai penanaman mangrove harus menjadi langkah awal yang kemudian dilanjutkan dengan pemeliharaan dan pengawasan.

“Mangrove bukan sekadar pohon biasa. Ia adalah benteng alami yang dapat membantu menahan abrasi dan gelombang besar, menyerap karbon, serta menjadi tempat berkembangnya berbagai ekosistem laut,” jelasnya.

Baca Juga  PMII Nunukan Gugat Kegagalan Proyek Air Bersih, Tuding Ada Indikasi Korupsi Berjamaah

Masyarakat Diminta Rawat Mangrove

Andi Mariyati menegaskan, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah bibit yang ditanam, tetapi juga dari kemampuan masyarakat menjaga dan merawatnya hingga tumbuh.

“Kegiatan hari ini bukan pekerjaan satu orang atau satu kelompok saja. Ini adalah tanggung jawab kita semua, warga Tanjung Aru. Satu bibit yang kita tanam hari ini, jika dijaga bersama, akan tumbuh menjadi pelindung bagi anak cucu kita kelak,” katanya.

Menurutnya, mangrove membutuhkan waktu untuk tumbuh dan membentuk ekosistem. Karena itu, pemeliharaan menjadi bagian penting setelah proses penanaman dilakukan.

Kawasan mangrove memiliki sejumlah fungsi ekologis, antara lain membantu mengurangi dampak abrasi, meredam energi gelombang, menjadi habitat berbagai biota serta membantu menjaga kualitas lingkungan pesisir.

Bagi masyarakat pesisir, keberadaan mangrove juga berkaitan erat dengan keberlangsungan permukiman dan sumber penghidupan.

Andi Mariyati mengapresiasi seluruh pihak yang telah terlibat dalam kegiatan tersebut dan berharap kolaborasi menjaga lingkungan dapat terus dilanjutkan.

Baca Juga  PMII Nunukan Gugat Kegagalan Proyek Air Bersih, Tuding Ada Indikasi Korupsi Berjamaah

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung, pemerintah desa, instansi, relawan dan warga yang sudah meluangkan waktu serta tenaga. Semoga kerja sama ini terus terjalin kuat,” ujarnya.

Ia berharap gerakan kepedulian terhadap lingkungan tidak berhenti pada momentum HUT Partai Demokrat maupun rangkaian Laskar Biru Indonesia Asri, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama yang lahir dari kesadaran masyarakat.

Dari pesisir Tanjung Aru, penanaman mangrove menjadi langkah sederhana untuk menjaga garis pantai sekaligus menyiapkan lingkungan yang lebih sehat bagi generasi mendatang. (KK/Oz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *